Remaja itu lagi ada di masa transisi. Bukan anak kecil lagi, tapi juga belum sepenuhnya dewasa. Makanya keinginan mereka jadi campur aduk. Ada rasa pengen bebas, pengen nyoba hal baru, tapi di sisi lain masih butuh arahan. Keinginan di fase ini muncul karena mereka lagi sibuk banget nyari jawaban: “Aku ini siapa dan mau ke mana?”.
Isi keinginannya macem-macem, tapi biasanya muter di 3 hal. Pertama, pengen diterima temen dan lingkungan. Takut banget nggak punya circle atau dicap kudet. Kedua, pengen punya kendali atas hidup sendiri. Nggak suka diatur-atur, pengen dipercaya bikin keputusan. Ketiga, pengen diakui. Entah lewat prestasi, penampilan, atau jumlah _followers_. Intinya mereka haus validasi buat ngerasa berharga.
Yang bikin keinginan remaja itu unik adalah karena cepet berubah dan gampang kepengaruh. Hari ini bisa terobsesi sama K-Pop, minggu depan pindah ke olahraga. Semua tergantung apa yang lagi rame di TikTok, apa kata bestie, dan gimana pola asuh di rumah. Jadi wajar kalau kadang keinginannya keliatan nggak realistis atau labil. Itu bagian dari proses mereka memilah mana yang beneran cocok buat dirinya.
Sebenernya keinginan remaja itu kayak kompas. Nunjukin ke mana arah energi mereka. Kalau disalurin dengan tepat, bisa jadi bahan bakar buat berprestasi. Tapi kalau ditekan atau dicuekin, bisa meledak jadi konflik sama ortu atau malah bikin mereka stres sendiri. Makanya penting banget buat dengerin dulu, bukan langsung ngelarang.

Leave a Reply